Solidaritas Makmeugang Ramadhan: Program Berbagi Rendang dan Madu ISEI–Rumah Amal USK untuk Masyarakat Terdampak Banjir di Aceh Utara
Kata Kunci:
flood disaster, food assistance, social solidarity, Meugang tradition, rendang, honey, community service, North AcehAbstrak
Banjir yang melanda Kabupaten Aceh Utara pada akhir tahun 2024 hingga awal tahun 2025 menyebabkan terganggunya aktivitas sosial ekonomi masyarakat serta menurunnya kemampuan rumah tangga dalam memenuhi kebutuhan dasar, terutama pangan. Kondisi tersebut semakin berat karena sebagian masyarakat kehilangan tempat tinggal, mengalami kerusakan sarana produksi, serta menghadapi keterbatasan akses terhadap bahan makanan dan fasilitas memasak. Dalam situasi darurat, diperlukan bantuan pangan yang cepat, praktis, bergizi, mudah didistribusikan, serta sesuai dengan karakteristik sosial budaya masyarakat setempat. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan membantu meringankan beban masyarakat terdampak banjir melalui Program Berbagi Rendang dan Madu yang dilaksanakan oleh Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia (ISEI) bekerja sama dengan Rumah Amal Universitas Syiah Kuala (USK). Program ini dilaksanakan pada tanggal 15–17 Februari 2025 di Kecamatan Langkahan, Muara Batu, dan Sawang, Kabupaten Aceh Utara. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan partisipatif yang meliputi identifikasi kebutuhan masyarakat, penggalangan donasi, persiapan dan pengemasan bantuan, distribusi bantuan, monitoring, evaluasi, dan pelaporan kegiatan. Bantuan yang disalurkan terdiri atas 223 paket rendang, 231 botol madu, dan jajanan anak-anak dengan total nilai bantuan hampir Rp30.000.000. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa bantuan pangan siap santap berbasis kearifan lokal mampu memenuhi kebutuhan pangan masyarakat terdampak secara cepat dan tepat sasaran. Selain membantu pemenuhan kebutuhan dasar, program ini juga memperkuat solidaritas sosial, meningkatkan partisipasi masyarakat dalam aksi kemanusiaan, serta menghidupkan kembali nilai-nilai Meugang sebagai tradisi berbagi menjelang Ramadhan. Program ini menunjukkan bahwa kolaborasi antara organisasi profesi, lembaga filantropi kampus, relawan, dan masyarakat lokal dapat menjadi model pengabdian masyarakat yang efektif, berkelanjutan, dan berbasis kearifan lokal dalam mendukung pemulihan masyarakat pascabencana.


