Purifikasi Minyak Nilam Aceh Secara Distilasi Vakum Sebagai Fiksatif Parfum Untuk Kelompok Usaha Masyarakat

Penulis

  • Syaifullah Jurusan Teknik Kimia, Universitas Syiah Kuala, Atsiri Research Center (ARC)-PUIPT Nilam Aceh, Universitas Syiah Kuala
  • Miksalmina Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Syiah Kuala, Atsiri Research Center (ARC)-PUIPT Nilam Aceh, Universitas Syiah Kuala
  • Suraiya Jurusan Teknik Kimia, Universitas Syiah Kuala, Atsiri Research Center (ARC)-PUIPT Nilam Aceh, Universitas Syiah Kuala
  • Ernawati Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Syiah Kuala, Atsiri Research Center (ARC)-PUIPT Nilam Aceh, Universitas Syiah Kuala
  • Adinda Gusti Vonna Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala, Atsiri Research Center (ARC)-PUIPT Nilam Aceh, Universitas Syiah Kuala
  • Sabrina Khairunnisa Klinik Pratama Dr. T. Makmur Mohd. Zein Universitas Syiah Kuala, Atsiri Research Center (ARC)-PUIPT Nilam Aceh, Universitas Syiah Kuala
  • Nanda Fularia Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala, Atsiri Research Center (ARC)-PUIPT Nilam Aceh, Universitas Syiah Kuala

Kata Kunci:

Aceh patchouli oil, purification, vacuum distillation, fixative, perfume

Abstrak

Indonesia adalah pemasok 90% kebutuhan nilam dunia dimana nilam Aceh menjadi salah satu produsen dari komoditi ini. Minyak nilam banyak digunakan sebagai bahan baku untuk berbagai produk industri seperti parfum, sabun, pelembab, pembersih, dan lain-lain. Melalui ARC-PUIPT, Nilam Aceh telah dikembangkan dengan menggunakan berbagai teknologi ekstraksi, distilasi dan pengembangan produk turunan lainnya. Pengembangan ini dimaksudkan untuk memberi nilai tambah bagi masyarakat dengan berbagai produk inovasi berbasis minyak nilam. Pengabdian ini bertujuan mengajarkan teknologi proses dan purifikasi nilam kepada masyarakat. Ada 3 kegiatan utama yang dilakukan, pertama, pelatihan pengembangan produk inovatif berbasis minyak nilam yaitu pengenalan teknologi purifikasi minyak nilam melalui distilasi vakum. Kedua, produksi parfum dan pemberian alat produksi untuk mitra, dan ketiga, pelatihan dan pendampingan untuk pembuatan merek (branding) dan pemasaran (marketing). Kegiatan diberikan kepada dua mitra yaitu Kelompok Usaha Atsirina dan Komunitas Nilam Aceh Heritage. Hasil tiga kegiatan ini memberikan pengetahuan dan alih teknologi serta pendampingan kepada mitra bagaimana cara minyak nilam dapat diproses melalui purifikasi menjadi hi-grade patchouli dan digunakan sebagai bahan baku produksi berbagai produk yang bernilai ekonomi. Selanjutnya, mitra juga diajarkan meracik parfum kualitas tinggi dengan menggunakan minyak nilam yang telah dipurifikasi. Racikan juga dengan mengenalkan filosofi parfum yang melibatkan tiga komposisi utama yaitu top note, middle note dan base note. Akhirnya, mitra diberikan peralatan, bahan produksi, pendampingan produksi, pembuatan kemasan dan merek (branding). Diharapkan mitra mampu memperkuat citra publik terhadap produk parfum yang dihasilkan sehingga dapat berdampak pada pemasaran produk yang lebih baik dan akhirnya mampu meningkatkan omzet penjualan dan perluasan pasar.

Unduhan

Data unduhan belum tersedia.

Unduhan

Diterbitkan

2026-06-29

Cara Mengutip

Syaifullah, Miksalmina, Suraiya, Ernawati, Adinda Gusti Vonna, Sabrina Khairunnisa, & Nanda Fularia. (2026). Purifikasi Minyak Nilam Aceh Secara Distilasi Vakum Sebagai Fiksatif Parfum Untuk Kelompok Usaha Masyarakat. Jurnal Pengabdian Aceh, 6(2), 95–101. Diambil dari https://jpaceh.org/index.php/pengabdian/article/view/422

Terbitan

Bagian

Artikel